Saturday, 27 August 2011

wajar saja...

Kenapa seseorang terkadang menjadi marah saat mendengar perkataan orang lain? Karena dia mendengar sesuatu yang tidak disukainya, terlepas itu benar atau tidak. Manusia memang mempunyai kecenderungan ingin mendengar apa yang ingin dia dengar. Saat apa yang didengar ternyata adalah sebaliknya, maka akan terjadi sebuah penolakan dalam dirinya. Penolakan tersebut bisa diungkapkan dalam bentuk penyangkalan, pembelaan, pembenaran dan berbagai cara yang lain.

Hal ini sangat wajar karena memang tidak mudah menerima sesuatu yang tidak kita harapkan. Seperti aku yang tidak mudah menerima ketidaksimetrisan daun telingaku, seperti seorang sahabat yang tidak mudah menerima ketidakseimbangan postur tubuhnya, seperti seorang kenalan yang tidak mudah menerima keadaan finansialnya, ataupun seperti seorang tetangga yang tidak mudah menerima ketidakmampuan mengurus anak-anaknya. Itulah manusia, tidak mudah menerima kekurangannya, meskipun bukan berarti tidak bisa.

Dan kenapa tidak mudah juga mendengar seseorang membicarakan kekurangan kita? Karena kita tahu mereka benar dan kita tidak mempunyai senjata apapun untuk menyangkalnya. Padahal sebuah kebenaran memang tidak perlu disangkal, melainkan diterima. Kenyataannya, itulah satu-satunya cara untuk 'meladeni' omongan-omongan tersebut. Dan sekali lagi, 'menerima' bukanlah perkara gampang, setidaknya bagi beberapa orang. Jadi kalau kita marah, itu wajar saja. Yang tidak wajar adalah kalau kita tidak berusaha mengendalikan amarah tersebut. Selamat berjuang!

Sunday, 21 August 2011

The English Ladies Part 2

I just got home and I feel a bit rubbish! We've been doing some very exciting things during the weekend. We went around the villa on Saturday night which was quite good, but I didn't really enjoy it as I was a bit feverish. I was struggling with the cold so badly. We managed to have some cold drink though ( well Vicky and Anne did, I had a glass of hot lemon which was not very nice) at a cafe near the villa.

On Sunday morning we went to the waterfall. It was a pity that we didn't see any monkeys there. The last time Vicky and I came, there were loads of them. Now they seemed to be hiding somewhere, all of them! I was a bit sorry for Anne, she did expect to see them.

Next we headed the second waterfall which was not very far, yet it required some energy as it is very hilly up there. It has been always easy to go down, but it feels so much difficult when we go up! The waterfall is rather the same, it's not worth the walk- just my personal account! When we got at the villa, it was like 1 o'clock. Everybody wass hungry. So Riris and I cooked. I can't believe I did it quite well. Both Anne and Vicky love 'dadar jagung'. They said it was the best Javanese food they had had so far.

Here are some pictures we managed to take. Happy Sunday, fellas!


Friday, 19 August 2011

The English Ladies


So it was a quarter past ten in the evening when the car which would take me to the airport came. Off I went, all by myself, well I did have the driver but he is not actually a friend of mine, isn't he? We got to the airport at about eleven which means I had to wait for an hour as the flight was supposed to land at five minutes after midnight. Lucky me it landed twenty five minutes earlier!

I looked at every person who came out of the a arrival door and I got worried as it had been almost an hour but I hadn't seen either Vicky or Anne. I kept wondering whether they would show up at all. And thank God they popped finally!

It was so good to see Vicky again! She was lovely, as always, and I could see Anne right behind her. Then we did a quick hug and headed the parking lot. Off we left the airport at a half past twelve at midnight.

First day at school was good. Anne had two classes while Vicky had only one. We went to the orphanage in the afternoon, joining the first and the second graders breaking the fast. Second day was today. We had one class which was in the fifth grade. We talked about weather which was exciting. Then we went to Surabaya. Anne bought herself a cute ring, it has Bali thing on it.

In the afternoon we went swimming. Well I did not swim, Vicky and Anne did. Then we had dinner at this food terrace next to our school. We had 'nasi bebek'! Vicky did order for us. She said "nasi bebek tiga" and it sounded really funny. I bet you see the picture already! I didn't manage to take many pictures, but promise I will have more and more! We are going to the waterfall up in the mountain this Sunday. It should be fun! xx

Monday, 15 August 2011

The Discourse between us!

"It's hot in here!" adalah sebuah kalimat yang diucapkan oleh salah satu dosen di kelas Discourse Analysis beberapa tahun lalu yang masih aku ingat dengan baik. Kalimat ini dengan sangat jelas menggambarkan sebuah contoh discourse yang bisa diartikan sebagai sebuah permintaan tolong untuk melakukan suatu tindakan mengenai suhu ruangan yang panas, either it is to turn on the air conditioning or to open the window if it doesn't have one.

Buat kamu yang mungkin baru pertama kali mendengar istilah Discourse Analysis ini, begini aku memahaminya. Discourse Analysis adalah bagaimana cara kita memahami sebuah interaksi sosial. Yang menjadi objeknya adalah setiap bentuk komunikasi tertulis ataupun lisan. Discourse Analysis memungkinkan kita untuk memahami motivasi tersembunyi dibalik sebuah tulisan ataupun ucapan seseorang sehingga komunikasi bisa berjalan dengan baik dan efektif. Or in other words, discourse analysis will help us interpret what the writer or speaker actually intends to convey. 

Contoh singkatnya seperti kalimat "It's hot in here!" yang sudah aku tulis di awal. Si pembicara dalam hal ini tidak hanya sedang membuat sebuah pernyataan mengenai suhu suatu ruangan. Melainkan ada maksud tersembunyi yang cukup jelas yang coba disampaikan olehnya, yaitu meminta seseorang untuk melakukan suatu tindakan yang bisa mengurangi suhu panas ruangan tersebut. Jadi ini bukanlah merupakan sebuah pernyataan yang membutuhkan penegasan berupa "yes, it is" tapi lebih kepada sebuah permintaan tolong seperti "would you please turn on the air conditioning? it's hot in here". So in this matter, we are expected to do the action

Well I think enough about the explanation. I'm not the expert myself, but it's always worth a try, isn't it? What I'm trying to say is alangkah enaknya kalau semua orang pandai dalam Discourse Analysis. Komunikasi akan berjalan lancar, efektif dan tidak membuat capek. Pesan yang coba disampaikan pun akan sampai dalam kondisi yang rama seperti saat dikirimkan. Sayangnya, tidak semua orang bisa berteman baik dengan Discourse Analysis. Sehingga semua pesan yang coba aku sampaikan terkadang berakhir tidak lebih sebagai bualan, tidak berarti dan tidak dianggap. Bloody annoying!


Namun tidak bisa juga menyalahkan mereka yang 'tidak tanggap' situasi ini. Ada yang beranggapan bahwa discourse itu terjadi pada komunitas tertentu yang mempunyai latar belakang dan pola pikir yang sama. Mereka yang tidak memilikinya, tidak akan mampu memahami discourse yang muncul dalam interaksi sosial tersebut. To be honest, I'm not sure about that! But one thing I am sure about, discourse needs an interpretation, not an answer! Jawaban terkadang lebih banyak bermakna kiasan, hanya sebatas ucapan yang keluar dari mulut seseorang. Tapi penafsiran akan bermakna lebih dari itu. Dengan penafsiran, kita akan memahami bagaimana perasaan seseorang, apa yang dia harapkan dan bagaimana sebaiknya kita bertindak.

Jadi, sudah tahukah kamu apa yang ada di balik ucapan-ucapanku?

Friday, 29 July 2011

My Very Own Thoughts!

Hello! This time I would love to share my very own thoughts to you all! Mind this, you may NOT agree with some of them, yet this is my personal feeling about stuff. So take it easy! I have shared them mostly on facebook and twitter, now let me have them on the blog.



When you finally decides to fly, the gravity is no longer important. It is just something that reminds you of the ground.

Maybe I am not able to hear your footsteps, but I can still follow your footprints. So make sure you walk slowly, I probably catch up with you very soon.

Sometimes we don't talk in a way that anybody else does, but we know exactly what we mean to each other.

Love does tolerate mistakes, but love is not an excuse for them.

There is actually a huge difference between praise and compliments. Mostly, you should be careful with compliments, they sometimes end up insincere.

I just need to get you out of my mind. Your absence does drive me crazy, but your presence drives me crazy even more.

when you cannot change the system, just play dumb. But, it doesn't mean you may become a real dumb.

Girls should not act stupid in front of boys. It isn't cute at all!

Everytime I get hurt from doing what I think is right, I tell myself, "it's okay girl, short term pain, long term gain."

Personal relationship does make you emotionally fragile.

It takes a bunch of courage for girls to tell boys how they feel, and when they get let down because of that, boys will never ever hear from them again.

That's right, Baby. You ignite me then let me go. Then all you see is the shining beautiful colours of me. Oh yes, Baby. I'm that firework those people are talking about.

Dear girls, when boys ignore you,they actually give you more reason to believe the fact that they don't deserve your heart. Don't waste time, darling.

I'm moving on, Baby. Everything about you is so yesterday. Now I'm putting my prettiest dress and cutest shoes on , getting ready for Saturday Night.

‎"Yes, maybe you've lost a piece of puzzle. But somehow some where out there, there is another one that just fits the space it has left." I keep telling myself.

Life is a generous treat God has given you. So THANK YOU won't be that hard, will it?

Ironic the fact that they look at me whilst I look at you and you look at someone else.

I AM NOT and NEVER WAS interested in politics. To me it is a form of boring game played by those two-faced people. Just wait and see which face is more dominant.

Good girls' make up: 1) books = an eyeshadow, 2) recitation = a lipstick, 3) shame = a blush-on

‎1) being sexy without mini skirt, 2) being flirty without looking cheap, and 3) being sophisticated without arrogance. To all tpretty girls.

All this time my life has been a sentence ending in a 'comma', but when I look into your eyes, it eventually ends in 'a full'stop'. You're the one, none of them matters now.

Things that don't go together: number and me. Things that go together very perfectly: you and me, Honey!

You are this bad habit which I would love to break but just can't help carrying on doing.

If there was anything I fancy learning right now, that would be you. You've been like this hard lesson I just wouldn't be able to comprehend, at all.

Girls, when boys steal your hearts, make sure they give their hearts in return instead of returning your hearts to you.

For some girls, beauty is a matter of make-up, for some others it's a matter of what's inside, and for some, it's a matter of EVERYTHING

There's always one guy, no matter how many other come, only he who manages to make you smile.

As the time flies, you will stop mourning for the person. You will mourn for the time you have wasted to mourn that guy.

I like you because you have made me realize that there was an empty space in me which nothing could perfectly fill in but you.

I thought I could write anything I wanted on the blog. yet there are things I badly need to share but too private to tell.

Wednesday, 27 July 2011

Sajak Cintaku

Aku ingin mencintaimu dengan mudah
Karena aku mendapatkanmu dengan susah
Sehingga otak jadi menyusut
Dan mata pun berubah keriput

Aku ingin mencintaimu tanpa lelah
Karena aku mengejarmu dengan payah
Sehingga kaki jadi melepuh
Dan sepatu pun penuh dengan peluh

Aku ingin mencintaimu meski gerah
Karena aku menunggumu dengan gegabah
Sehingga malam tak lagi dingin
Dan kulit pun seakan kebal angin

Aku ingin mencintaimu untuk pasrah
Karena aku mengharapkanmu dengan resah
Sehingga Tuhan berbelas kasih
Dan doa pun semakin fasih

Aku ingin mencintaimu sampai lemah
Karena aku menyambutmu dengan tabah
Sehingga senyum tak terlihat rapuh
Dan air mata pun tak jatuh

Aku ingin mencintaimu seperti itu
Aku ingin mencintaimu seperti sajak cintaku

everything's READY!

Good news, guys! I have finally got my UK visa in hand! It came yesterday while I was teaching at the second grade. Yes, I had asked the clearance officer to post it as there was no way I was going back to Jakarta just to collect it. It reads UNITED KINGDOM, valid for 19/07/11 until 19/01/12.

So I have everything ready for the journey now I suppose. Really can't wait for October! All I have got to do now is to start collecting sweater, jacket and sort of things. It would be autumn by that time and Vicky said it was going to be chilly. That means it's SHOPPING time! :) xx

Saturday, 23 July 2011

Misteri 5 Huruf

Aku suka bermain dengan huruf. Bagiku mereka adalah sebuah petunjuk menuju harta karun tanpa garis tepi yang tidak henti-hentinya mengusikku di malam-malam dingin yang panjang. Sungguh menakjubkan kenyataan bahwa kau bisa membentuk beribu-ribu kata hanya dari 26 simbol yang bahkan tidak memiliki arti jika berdiri sendiri itu. Hebatnya, kata-kata yang terbentuk itu pun kemudian bisa bertemu dengan pasangannya, seolah sudah ditakdirkan sejak awal, untuk menyatu menjadi ribuan frasa, yang pada akhirnya bergabung dengan kelompok lain dan berakhir pada suatu pola yang bernama kalimat. Sungguh suatu hadiah bagi peradaban yang lebih dari sekedar berharga.

Dan kini aku sedang mencoba memecahkan misteri di balik perpaduan 5 huruf yang terlihat gamblang pada awalnya, tapi justru berubah semakin rumit seiring berjalannya waktu. Begitu rumitnya sehingga memaksaku untuk menyerah dan membiarkannya melayang-layang di kepalaku selama berbulan-bulan. Pernah aku coba untuk menghapus ke-5 huruf tersebut dari otakku, menganggapnya sebagai suatu teka-teki silang tanpa penyelesaian, tapi entah bagaimana mereka tetap menari-nari didepanku dan menggodaku untuk menari bersamanya.

Ijinkan aku mengatakannya padamu secara singkat, sebelumnya aku adalah bagian dari kelompok perempuan dengan gengsi sebagai peringkat 1, terutama saat berurusan dengan yang namanya perasaan. Lebih dari itu, aku juga masuk ke daftar 3 besar perempuan yang sangat keras hati. Tapi saat 5 huruf itu satu persatu secara acak menyelundup masuk ke dalam duniaku, aku jadi mempertanyakan posisiku dalam kelompok tersebut. Sepertinya aku harus menerima kenyataan bahwa posisiku kini harus melorot tajam.

5 huruf itu sudah berhasil menang telak atasku. Aku, dengan segala gengsi dan keangkuhan hatiku, akhirnya harus mengakui betapa aku menginginkannya untuk tetap berada di dalam taman bermainku. Aku, dengan segala kejengkelanku, harus mangatakan bahwa selama ini aku sangat tersiksa karena harus berpura-pura tidak melihat eksistensinya. Aku, dengan semua kerinduanku, akhirnya menyadari bahwa 5 huruf itu kini memiliki arti yang jauh lebih hebat dari yang aku bayangkan sebelumnya.

Dan 5 huruf yang begitu menakjubkan itu pun kini hampir selalu hadir di setiap kalimatku, berpartisipasi dalam rangkaian kata-kataku. 5 huruf yang kini meninggalkan ikatan tak terlihatnya padaku. 5 huruf yang tumbuh berkembang diatas bumiku. 5 huruf itu sekarang sudah tahu aku merindukannya dan dia bilang, dia juga merindukanku.

Sunday, 17 July 2011

Mencari...??

Aku tidak sedang dalam pencarian, karena bagiku sebagian besar persentase dari kata kerja yang kita sebut 'mencari' itu hanya akan membuatku menjadi panik, terburu-buru, menguras tenaga tanpa tahu akan ada imbalannya atau tidak, dan kalau sudah memasuki kadar tinggi, mencari bisa membuatku marah dan frustasi. Itu sebabnya aku sudah lama menyerah dengan istilah 'mencari' ini. Alhasil, sekarang aku terlihat seperti orang yang kadang terlalu santai menjalani hidup tanpa ambisi untuk mendahului sang waktu di garis finish perlombaan. Hanya saat-saat tertentu lah aku mencari, itupun karena aku tidak ingin bergelut dengan 'mencari' lebih lama lagi di masa depan.

Saat aku kecil, bahkan saat mulai menginjak dewasa, aku mempunyai keyakinan yang sekarang mungkin akan terdengar sangat tolol di telinga kalian semua. Setiap kali aku tidak menemukan apa yang aku cari, aku akan berbicara pada Tuhan dengan mulut hatiku, 'okay, God. I know you know where it is. Entah apa tujuan-Mu menyembunyikannya dariku, tapi aku mempercayakan pada-Mu. Aku percaya saat aku menyerah dan tidak mau lagi mencari, Kau sendirilah yang akan menunjukkan padaku dimana letak barang tersebut. And I will sincerely thank you when it happens.' Yah tentu saja semua itu sangat jarang terjadi. Satu dua kali aku memang berhasil 'menemukan' setelah aku menyerah 'mencari', tapi sekarang aku lebih menganggapnya sebagai sebuah kebetulan beruntung, bukan karena keyakinanku tadi.

Saat ini aku tidak mencari, bukan karena aku telah menyerah dan mulai kembali mempercayai keyakinan yang didasarkan teori amburadul masa kecilku itu, melainkan karena aku memang tidak mau melakukannya. Aku takut aku akan kelelahan dalam pencarian tersebut, kecapaian dalam sayembara sang waktu, kehabisan tenaga dalam mencocokkan apa yang aku temukan dengan apa yang aku cari, aku takut akan tua dalam pencarian. Aku takut melewatkan hal-hal indah dan tidak biasa yang disajikan semesta padaku hanya karena aku telah menyewa semua ruang di otakku untuk bekerja dalam proyek 'mencari'.

Dan bukankan hidup ini memang adalah sebuah misteri terbesar sang pencipta? Kalau aku mencari, aku tidak akan lagi menikmati kejutan dari semesta. Aku tidak akan terkagum-kagum pada isi kotak hadiah yang diberikan padaku oleh hidup. Kalau aku mencari, maka aku tidak akan mendapatkan cinta yang membuatku tertegun dan linglung, melainkan cinta hasil temuan dari rentetan usaha dan kerja sama yang sudah tertata apik dan berstrategi. Aku menginginkan cinta yang ada di dalam sebuah kotak hitam misterius yang entah bagaimana bisa sampai di depan pintu hatiku dan membunyikan loncengnya keras-keras. Cinta yang datang dari kemisteriusan. Cinta yang tidak bisa ditebak polanya. Cinta yang tidak ada dalam peta.

Saturday, 16 July 2011

Jakarta-July

So, in order to get my UK visa I had to follow several procedures. First, I started with the online application- I did this on 3rd July. I did a little mistake, hopefully it won't matter. Second, I had to prepare the completed signed visa form and all the supporting documents- managed to do this in a couple of days. Third, I had to submit them to the visa application cetre which is in Jakarta in person! So this is when I started my journey...

13 July 2011
I headed the train station at exactly 5 in the afternoon. Both my parents came, along with both my sisters-in-law, my second brother, and my two nephews and niece. We got to the station at 7 o'clock and my train departed at 8. I was kind of a bit excited and worried at the same time. This was exciting as this would be my very first journey to Jakarta. However I was worried about being alone during the trip. Here is some photos I managed to take,



14 July 2011
The train reached Gambir station at 7 in the morning. A friend of mine was already there to pick me up. Then it took us about an hour to reach the boarding house- the place where I was going to stay. I already hate Jakarta! It was hot, crowded, dirty, noisy. I just don't like it.

At 12 o'clock, I went to the UK visa application centre which is on the 22nd floor of Plaza Abda. It was quick! It took me not more than 45 minutes to finish the whole stuff. The officers were very polite. I like them. Then I went back to the boarding house.

At night, I went to the nearest mall as I saw it had a bookstore there. I managed to treat myself three good books- two of them were the ones I had been searching for which I just couldn't find in Malang. I was so glad I bought them!


15 July 2011
I did nothing but watched VCD. I didn't feel like going anywhere as I started feeling so homesick. All I could think about was getting on a train and getting home. Thank GOD Friday went so quickly that it was finally time to get to the station!

It was 5 in the afternoon when I reached Gambir. I managed to go to Tugu Monas and had some pictures taken. Here they are,




Goodbye, Jakarta! It was lovely to be actually there for once, don't feel like coming back again though. No offense! LOL

Saturday, 27 August 2011

wajar saja...

Kenapa seseorang terkadang menjadi marah saat mendengar perkataan orang lain? Karena dia mendengar sesuatu yang tidak disukainya, terlepas itu benar atau tidak. Manusia memang mempunyai kecenderungan ingin mendengar apa yang ingin dia dengar. Saat apa yang didengar ternyata adalah sebaliknya, maka akan terjadi sebuah penolakan dalam dirinya. Penolakan tersebut bisa diungkapkan dalam bentuk penyangkalan, pembelaan, pembenaran dan berbagai cara yang lain.

Hal ini sangat wajar karena memang tidak mudah menerima sesuatu yang tidak kita harapkan. Seperti aku yang tidak mudah menerima ketidaksimetrisan daun telingaku, seperti seorang sahabat yang tidak mudah menerima ketidakseimbangan postur tubuhnya, seperti seorang kenalan yang tidak mudah menerima keadaan finansialnya, ataupun seperti seorang tetangga yang tidak mudah menerima ketidakmampuan mengurus anak-anaknya. Itulah manusia, tidak mudah menerima kekurangannya, meskipun bukan berarti tidak bisa.

Dan kenapa tidak mudah juga mendengar seseorang membicarakan kekurangan kita? Karena kita tahu mereka benar dan kita tidak mempunyai senjata apapun untuk menyangkalnya. Padahal sebuah kebenaran memang tidak perlu disangkal, melainkan diterima. Kenyataannya, itulah satu-satunya cara untuk 'meladeni' omongan-omongan tersebut. Dan sekali lagi, 'menerima' bukanlah perkara gampang, setidaknya bagi beberapa orang. Jadi kalau kita marah, itu wajar saja. Yang tidak wajar adalah kalau kita tidak berusaha mengendalikan amarah tersebut. Selamat berjuang!

Sunday, 21 August 2011

The English Ladies Part 2

I just got home and I feel a bit rubbish! We've been doing some very exciting things during the weekend. We went around the villa on Saturday night which was quite good, but I didn't really enjoy it as I was a bit feverish. I was struggling with the cold so badly. We managed to have some cold drink though ( well Vicky and Anne did, I had a glass of hot lemon which was not very nice) at a cafe near the villa.

On Sunday morning we went to the waterfall. It was a pity that we didn't see any monkeys there. The last time Vicky and I came, there were loads of them. Now they seemed to be hiding somewhere, all of them! I was a bit sorry for Anne, she did expect to see them.

Next we headed the second waterfall which was not very far, yet it required some energy as it is very hilly up there. It has been always easy to go down, but it feels so much difficult when we go up! The waterfall is rather the same, it's not worth the walk- just my personal account! When we got at the villa, it was like 1 o'clock. Everybody wass hungry. So Riris and I cooked. I can't believe I did it quite well. Both Anne and Vicky love 'dadar jagung'. They said it was the best Javanese food they had had so far.

Here are some pictures we managed to take. Happy Sunday, fellas!


Friday, 19 August 2011

The English Ladies


So it was a quarter past ten in the evening when the car which would take me to the airport came. Off I went, all by myself, well I did have the driver but he is not actually a friend of mine, isn't he? We got to the airport at about eleven which means I had to wait for an hour as the flight was supposed to land at five minutes after midnight. Lucky me it landed twenty five minutes earlier!

I looked at every person who came out of the a arrival door and I got worried as it had been almost an hour but I hadn't seen either Vicky or Anne. I kept wondering whether they would show up at all. And thank God they popped finally!

It was so good to see Vicky again! She was lovely, as always, and I could see Anne right behind her. Then we did a quick hug and headed the parking lot. Off we left the airport at a half past twelve at midnight.

First day at school was good. Anne had two classes while Vicky had only one. We went to the orphanage in the afternoon, joining the first and the second graders breaking the fast. Second day was today. We had one class which was in the fifth grade. We talked about weather which was exciting. Then we went to Surabaya. Anne bought herself a cute ring, it has Bali thing on it.

In the afternoon we went swimming. Well I did not swim, Vicky and Anne did. Then we had dinner at this food terrace next to our school. We had 'nasi bebek'! Vicky did order for us. She said "nasi bebek tiga" and it sounded really funny. I bet you see the picture already! I didn't manage to take many pictures, but promise I will have more and more! We are going to the waterfall up in the mountain this Sunday. It should be fun! xx

Monday, 15 August 2011

The Discourse between us!

"It's hot in here!" adalah sebuah kalimat yang diucapkan oleh salah satu dosen di kelas Discourse Analysis beberapa tahun lalu yang masih aku ingat dengan baik. Kalimat ini dengan sangat jelas menggambarkan sebuah contoh discourse yang bisa diartikan sebagai sebuah permintaan tolong untuk melakukan suatu tindakan mengenai suhu ruangan yang panas, either it is to turn on the air conditioning or to open the window if it doesn't have one.

Buat kamu yang mungkin baru pertama kali mendengar istilah Discourse Analysis ini, begini aku memahaminya. Discourse Analysis adalah bagaimana cara kita memahami sebuah interaksi sosial. Yang menjadi objeknya adalah setiap bentuk komunikasi tertulis ataupun lisan. Discourse Analysis memungkinkan kita untuk memahami motivasi tersembunyi dibalik sebuah tulisan ataupun ucapan seseorang sehingga komunikasi bisa berjalan dengan baik dan efektif. Or in other words, discourse analysis will help us interpret what the writer or speaker actually intends to convey. 

Contoh singkatnya seperti kalimat "It's hot in here!" yang sudah aku tulis di awal. Si pembicara dalam hal ini tidak hanya sedang membuat sebuah pernyataan mengenai suhu suatu ruangan. Melainkan ada maksud tersembunyi yang cukup jelas yang coba disampaikan olehnya, yaitu meminta seseorang untuk melakukan suatu tindakan yang bisa mengurangi suhu panas ruangan tersebut. Jadi ini bukanlah merupakan sebuah pernyataan yang membutuhkan penegasan berupa "yes, it is" tapi lebih kepada sebuah permintaan tolong seperti "would you please turn on the air conditioning? it's hot in here". So in this matter, we are expected to do the action

Well I think enough about the explanation. I'm not the expert myself, but it's always worth a try, isn't it? What I'm trying to say is alangkah enaknya kalau semua orang pandai dalam Discourse Analysis. Komunikasi akan berjalan lancar, efektif dan tidak membuat capek. Pesan yang coba disampaikan pun akan sampai dalam kondisi yang rama seperti saat dikirimkan. Sayangnya, tidak semua orang bisa berteman baik dengan Discourse Analysis. Sehingga semua pesan yang coba aku sampaikan terkadang berakhir tidak lebih sebagai bualan, tidak berarti dan tidak dianggap. Bloody annoying!


Namun tidak bisa juga menyalahkan mereka yang 'tidak tanggap' situasi ini. Ada yang beranggapan bahwa discourse itu terjadi pada komunitas tertentu yang mempunyai latar belakang dan pola pikir yang sama. Mereka yang tidak memilikinya, tidak akan mampu memahami discourse yang muncul dalam interaksi sosial tersebut. To be honest, I'm not sure about that! But one thing I am sure about, discourse needs an interpretation, not an answer! Jawaban terkadang lebih banyak bermakna kiasan, hanya sebatas ucapan yang keluar dari mulut seseorang. Tapi penafsiran akan bermakna lebih dari itu. Dengan penafsiran, kita akan memahami bagaimana perasaan seseorang, apa yang dia harapkan dan bagaimana sebaiknya kita bertindak.

Jadi, sudah tahukah kamu apa yang ada di balik ucapan-ucapanku?

Friday, 29 July 2011

My Very Own Thoughts!

Hello! This time I would love to share my very own thoughts to you all! Mind this, you may NOT agree with some of them, yet this is my personal feeling about stuff. So take it easy! I have shared them mostly on facebook and twitter, now let me have them on the blog.



When you finally decides to fly, the gravity is no longer important. It is just something that reminds you of the ground.

Maybe I am not able to hear your footsteps, but I can still follow your footprints. So make sure you walk slowly, I probably catch up with you very soon.

Sometimes we don't talk in a way that anybody else does, but we know exactly what we mean to each other.

Love does tolerate mistakes, but love is not an excuse for them.

There is actually a huge difference between praise and compliments. Mostly, you should be careful with compliments, they sometimes end up insincere.

I just need to get you out of my mind. Your absence does drive me crazy, but your presence drives me crazy even more.

when you cannot change the system, just play dumb. But, it doesn't mean you may become a real dumb.

Girls should not act stupid in front of boys. It isn't cute at all!

Everytime I get hurt from doing what I think is right, I tell myself, "it's okay girl, short term pain, long term gain."

Personal relationship does make you emotionally fragile.

It takes a bunch of courage for girls to tell boys how they feel, and when they get let down because of that, boys will never ever hear from them again.

That's right, Baby. You ignite me then let me go. Then all you see is the shining beautiful colours of me. Oh yes, Baby. I'm that firework those people are talking about.

Dear girls, when boys ignore you,they actually give you more reason to believe the fact that they don't deserve your heart. Don't waste time, darling.

I'm moving on, Baby. Everything about you is so yesterday. Now I'm putting my prettiest dress and cutest shoes on , getting ready for Saturday Night.

‎"Yes, maybe you've lost a piece of puzzle. But somehow some where out there, there is another one that just fits the space it has left." I keep telling myself.

Life is a generous treat God has given you. So THANK YOU won't be that hard, will it?

Ironic the fact that they look at me whilst I look at you and you look at someone else.

I AM NOT and NEVER WAS interested in politics. To me it is a form of boring game played by those two-faced people. Just wait and see which face is more dominant.

Good girls' make up: 1) books = an eyeshadow, 2) recitation = a lipstick, 3) shame = a blush-on

‎1) being sexy without mini skirt, 2) being flirty without looking cheap, and 3) being sophisticated without arrogance. To all tpretty girls.

All this time my life has been a sentence ending in a 'comma', but when I look into your eyes, it eventually ends in 'a full'stop'. You're the one, none of them matters now.

Things that don't go together: number and me. Things that go together very perfectly: you and me, Honey!

You are this bad habit which I would love to break but just can't help carrying on doing.

If there was anything I fancy learning right now, that would be you. You've been like this hard lesson I just wouldn't be able to comprehend, at all.

Girls, when boys steal your hearts, make sure they give their hearts in return instead of returning your hearts to you.

For some girls, beauty is a matter of make-up, for some others it's a matter of what's inside, and for some, it's a matter of EVERYTHING

There's always one guy, no matter how many other come, only he who manages to make you smile.

As the time flies, you will stop mourning for the person. You will mourn for the time you have wasted to mourn that guy.

I like you because you have made me realize that there was an empty space in me which nothing could perfectly fill in but you.

I thought I could write anything I wanted on the blog. yet there are things I badly need to share but too private to tell.

Wednesday, 27 July 2011

Sajak Cintaku

Aku ingin mencintaimu dengan mudah
Karena aku mendapatkanmu dengan susah
Sehingga otak jadi menyusut
Dan mata pun berubah keriput

Aku ingin mencintaimu tanpa lelah
Karena aku mengejarmu dengan payah
Sehingga kaki jadi melepuh
Dan sepatu pun penuh dengan peluh

Aku ingin mencintaimu meski gerah
Karena aku menunggumu dengan gegabah
Sehingga malam tak lagi dingin
Dan kulit pun seakan kebal angin

Aku ingin mencintaimu untuk pasrah
Karena aku mengharapkanmu dengan resah
Sehingga Tuhan berbelas kasih
Dan doa pun semakin fasih

Aku ingin mencintaimu sampai lemah
Karena aku menyambutmu dengan tabah
Sehingga senyum tak terlihat rapuh
Dan air mata pun tak jatuh

Aku ingin mencintaimu seperti itu
Aku ingin mencintaimu seperti sajak cintaku

everything's READY!

Good news, guys! I have finally got my UK visa in hand! It came yesterday while I was teaching at the second grade. Yes, I had asked the clearance officer to post it as there was no way I was going back to Jakarta just to collect it. It reads UNITED KINGDOM, valid for 19/07/11 until 19/01/12.

So I have everything ready for the journey now I suppose. Really can't wait for October! All I have got to do now is to start collecting sweater, jacket and sort of things. It would be autumn by that time and Vicky said it was going to be chilly. That means it's SHOPPING time! :) xx

Saturday, 23 July 2011

Misteri 5 Huruf

Aku suka bermain dengan huruf. Bagiku mereka adalah sebuah petunjuk menuju harta karun tanpa garis tepi yang tidak henti-hentinya mengusikku di malam-malam dingin yang panjang. Sungguh menakjubkan kenyataan bahwa kau bisa membentuk beribu-ribu kata hanya dari 26 simbol yang bahkan tidak memiliki arti jika berdiri sendiri itu. Hebatnya, kata-kata yang terbentuk itu pun kemudian bisa bertemu dengan pasangannya, seolah sudah ditakdirkan sejak awal, untuk menyatu menjadi ribuan frasa, yang pada akhirnya bergabung dengan kelompok lain dan berakhir pada suatu pola yang bernama kalimat. Sungguh suatu hadiah bagi peradaban yang lebih dari sekedar berharga.

Dan kini aku sedang mencoba memecahkan misteri di balik perpaduan 5 huruf yang terlihat gamblang pada awalnya, tapi justru berubah semakin rumit seiring berjalannya waktu. Begitu rumitnya sehingga memaksaku untuk menyerah dan membiarkannya melayang-layang di kepalaku selama berbulan-bulan. Pernah aku coba untuk menghapus ke-5 huruf tersebut dari otakku, menganggapnya sebagai suatu teka-teki silang tanpa penyelesaian, tapi entah bagaimana mereka tetap menari-nari didepanku dan menggodaku untuk menari bersamanya.

Ijinkan aku mengatakannya padamu secara singkat, sebelumnya aku adalah bagian dari kelompok perempuan dengan gengsi sebagai peringkat 1, terutama saat berurusan dengan yang namanya perasaan. Lebih dari itu, aku juga masuk ke daftar 3 besar perempuan yang sangat keras hati. Tapi saat 5 huruf itu satu persatu secara acak menyelundup masuk ke dalam duniaku, aku jadi mempertanyakan posisiku dalam kelompok tersebut. Sepertinya aku harus menerima kenyataan bahwa posisiku kini harus melorot tajam.

5 huruf itu sudah berhasil menang telak atasku. Aku, dengan segala gengsi dan keangkuhan hatiku, akhirnya harus mengakui betapa aku menginginkannya untuk tetap berada di dalam taman bermainku. Aku, dengan segala kejengkelanku, harus mangatakan bahwa selama ini aku sangat tersiksa karena harus berpura-pura tidak melihat eksistensinya. Aku, dengan semua kerinduanku, akhirnya menyadari bahwa 5 huruf itu kini memiliki arti yang jauh lebih hebat dari yang aku bayangkan sebelumnya.

Dan 5 huruf yang begitu menakjubkan itu pun kini hampir selalu hadir di setiap kalimatku, berpartisipasi dalam rangkaian kata-kataku. 5 huruf yang kini meninggalkan ikatan tak terlihatnya padaku. 5 huruf yang tumbuh berkembang diatas bumiku. 5 huruf itu sekarang sudah tahu aku merindukannya dan dia bilang, dia juga merindukanku.

Sunday, 17 July 2011

Mencari...??

Aku tidak sedang dalam pencarian, karena bagiku sebagian besar persentase dari kata kerja yang kita sebut 'mencari' itu hanya akan membuatku menjadi panik, terburu-buru, menguras tenaga tanpa tahu akan ada imbalannya atau tidak, dan kalau sudah memasuki kadar tinggi, mencari bisa membuatku marah dan frustasi. Itu sebabnya aku sudah lama menyerah dengan istilah 'mencari' ini. Alhasil, sekarang aku terlihat seperti orang yang kadang terlalu santai menjalani hidup tanpa ambisi untuk mendahului sang waktu di garis finish perlombaan. Hanya saat-saat tertentu lah aku mencari, itupun karena aku tidak ingin bergelut dengan 'mencari' lebih lama lagi di masa depan.

Saat aku kecil, bahkan saat mulai menginjak dewasa, aku mempunyai keyakinan yang sekarang mungkin akan terdengar sangat tolol di telinga kalian semua. Setiap kali aku tidak menemukan apa yang aku cari, aku akan berbicara pada Tuhan dengan mulut hatiku, 'okay, God. I know you know where it is. Entah apa tujuan-Mu menyembunyikannya dariku, tapi aku mempercayakan pada-Mu. Aku percaya saat aku menyerah dan tidak mau lagi mencari, Kau sendirilah yang akan menunjukkan padaku dimana letak barang tersebut. And I will sincerely thank you when it happens.' Yah tentu saja semua itu sangat jarang terjadi. Satu dua kali aku memang berhasil 'menemukan' setelah aku menyerah 'mencari', tapi sekarang aku lebih menganggapnya sebagai sebuah kebetulan beruntung, bukan karena keyakinanku tadi.

Saat ini aku tidak mencari, bukan karena aku telah menyerah dan mulai kembali mempercayai keyakinan yang didasarkan teori amburadul masa kecilku itu, melainkan karena aku memang tidak mau melakukannya. Aku takut aku akan kelelahan dalam pencarian tersebut, kecapaian dalam sayembara sang waktu, kehabisan tenaga dalam mencocokkan apa yang aku temukan dengan apa yang aku cari, aku takut akan tua dalam pencarian. Aku takut melewatkan hal-hal indah dan tidak biasa yang disajikan semesta padaku hanya karena aku telah menyewa semua ruang di otakku untuk bekerja dalam proyek 'mencari'.

Dan bukankan hidup ini memang adalah sebuah misteri terbesar sang pencipta? Kalau aku mencari, aku tidak akan lagi menikmati kejutan dari semesta. Aku tidak akan terkagum-kagum pada isi kotak hadiah yang diberikan padaku oleh hidup. Kalau aku mencari, maka aku tidak akan mendapatkan cinta yang membuatku tertegun dan linglung, melainkan cinta hasil temuan dari rentetan usaha dan kerja sama yang sudah tertata apik dan berstrategi. Aku menginginkan cinta yang ada di dalam sebuah kotak hitam misterius yang entah bagaimana bisa sampai di depan pintu hatiku dan membunyikan loncengnya keras-keras. Cinta yang datang dari kemisteriusan. Cinta yang tidak bisa ditebak polanya. Cinta yang tidak ada dalam peta.

Saturday, 16 July 2011

Jakarta-July

So, in order to get my UK visa I had to follow several procedures. First, I started with the online application- I did this on 3rd July. I did a little mistake, hopefully it won't matter. Second, I had to prepare the completed signed visa form and all the supporting documents- managed to do this in a couple of days. Third, I had to submit them to the visa application cetre which is in Jakarta in person! So this is when I started my journey...

13 July 2011
I headed the train station at exactly 5 in the afternoon. Both my parents came, along with both my sisters-in-law, my second brother, and my two nephews and niece. We got to the station at 7 o'clock and my train departed at 8. I was kind of a bit excited and worried at the same time. This was exciting as this would be my very first journey to Jakarta. However I was worried about being alone during the trip. Here is some photos I managed to take,



14 July 2011
The train reached Gambir station at 7 in the morning. A friend of mine was already there to pick me up. Then it took us about an hour to reach the boarding house- the place where I was going to stay. I already hate Jakarta! It was hot, crowded, dirty, noisy. I just don't like it.

At 12 o'clock, I went to the UK visa application centre which is on the 22nd floor of Plaza Abda. It was quick! It took me not more than 45 minutes to finish the whole stuff. The officers were very polite. I like them. Then I went back to the boarding house.

At night, I went to the nearest mall as I saw it had a bookstore there. I managed to treat myself three good books- two of them were the ones I had been searching for which I just couldn't find in Malang. I was so glad I bought them!


15 July 2011
I did nothing but watched VCD. I didn't feel like going anywhere as I started feeling so homesick. All I could think about was getting on a train and getting home. Thank GOD Friday went so quickly that it was finally time to get to the station!

It was 5 in the afternoon when I reached Gambir. I managed to go to Tugu Monas and had some pictures taken. Here they are,




Goodbye, Jakarta! It was lovely to be actually there for once, don't feel like coming back again though. No offense! LOL