Wednesday, 27 July 2011

Sajak Cintaku

Aku ingin mencintaimu dengan mudah
Karena aku mendapatkanmu dengan susah
Sehingga otak jadi menyusut
Dan mata pun berubah keriput

Aku ingin mencintaimu tanpa lelah
Karena aku mengejarmu dengan payah
Sehingga kaki jadi melepuh
Dan sepatu pun penuh dengan peluh

Aku ingin mencintaimu meski gerah
Karena aku menunggumu dengan gegabah
Sehingga malam tak lagi dingin
Dan kulit pun seakan kebal angin

Aku ingin mencintaimu untuk pasrah
Karena aku mengharapkanmu dengan resah
Sehingga Tuhan berbelas kasih
Dan doa pun semakin fasih

Aku ingin mencintaimu sampai lemah
Karena aku menyambutmu dengan tabah
Sehingga senyum tak terlihat rapuh
Dan air mata pun tak jatuh

Aku ingin mencintaimu seperti itu
Aku ingin mencintaimu seperti sajak cintaku

everything's READY!

Good news, guys! I have finally got my UK visa in hand! It came yesterday while I was teaching at the second grade. Yes, I had asked the clearance officer to post it as there was no way I was going back to Jakarta just to collect it. It reads UNITED KINGDOM, valid for 19/07/11 until 19/01/12.

So I have everything ready for the journey now I suppose. Really can't wait for October! All I have got to do now is to start collecting sweater, jacket and sort of things. It would be autumn by that time and Vicky said it was going to be chilly. That means it's SHOPPING time! :) xx

Saturday, 23 July 2011

Misteri 5 Huruf

Aku suka bermain dengan huruf. Bagiku mereka adalah sebuah petunjuk menuju harta karun tanpa garis tepi yang tidak henti-hentinya mengusikku di malam-malam dingin yang panjang. Sungguh menakjubkan kenyataan bahwa kau bisa membentuk beribu-ribu kata hanya dari 26 simbol yang bahkan tidak memiliki arti jika berdiri sendiri itu. Hebatnya, kata-kata yang terbentuk itu pun kemudian bisa bertemu dengan pasangannya, seolah sudah ditakdirkan sejak awal, untuk menyatu menjadi ribuan frasa, yang pada akhirnya bergabung dengan kelompok lain dan berakhir pada suatu pola yang bernama kalimat. Sungguh suatu hadiah bagi peradaban yang lebih dari sekedar berharga.

Dan kini aku sedang mencoba memecahkan misteri di balik perpaduan 5 huruf yang terlihat gamblang pada awalnya, tapi justru berubah semakin rumit seiring berjalannya waktu. Begitu rumitnya sehingga memaksaku untuk menyerah dan membiarkannya melayang-layang di kepalaku selama berbulan-bulan. Pernah aku coba untuk menghapus ke-5 huruf tersebut dari otakku, menganggapnya sebagai suatu teka-teki silang tanpa penyelesaian, tapi entah bagaimana mereka tetap menari-nari didepanku dan menggodaku untuk menari bersamanya.

Ijinkan aku mengatakannya padamu secara singkat, sebelumnya aku adalah bagian dari kelompok perempuan dengan gengsi sebagai peringkat 1, terutama saat berurusan dengan yang namanya perasaan. Lebih dari itu, aku juga masuk ke daftar 3 besar perempuan yang sangat keras hati. Tapi saat 5 huruf itu satu persatu secara acak menyelundup masuk ke dalam duniaku, aku jadi mempertanyakan posisiku dalam kelompok tersebut. Sepertinya aku harus menerima kenyataan bahwa posisiku kini harus melorot tajam.

5 huruf itu sudah berhasil menang telak atasku. Aku, dengan segala gengsi dan keangkuhan hatiku, akhirnya harus mengakui betapa aku menginginkannya untuk tetap berada di dalam taman bermainku. Aku, dengan segala kejengkelanku, harus mangatakan bahwa selama ini aku sangat tersiksa karena harus berpura-pura tidak melihat eksistensinya. Aku, dengan semua kerinduanku, akhirnya menyadari bahwa 5 huruf itu kini memiliki arti yang jauh lebih hebat dari yang aku bayangkan sebelumnya.

Dan 5 huruf yang begitu menakjubkan itu pun kini hampir selalu hadir di setiap kalimatku, berpartisipasi dalam rangkaian kata-kataku. 5 huruf yang kini meninggalkan ikatan tak terlihatnya padaku. 5 huruf yang tumbuh berkembang diatas bumiku. 5 huruf itu sekarang sudah tahu aku merindukannya dan dia bilang, dia juga merindukanku.

Sunday, 17 July 2011

Mencari...??

Aku tidak sedang dalam pencarian, karena bagiku sebagian besar persentase dari kata kerja yang kita sebut 'mencari' itu hanya akan membuatku menjadi panik, terburu-buru, menguras tenaga tanpa tahu akan ada imbalannya atau tidak, dan kalau sudah memasuki kadar tinggi, mencari bisa membuatku marah dan frustasi. Itu sebabnya aku sudah lama menyerah dengan istilah 'mencari' ini. Alhasil, sekarang aku terlihat seperti orang yang kadang terlalu santai menjalani hidup tanpa ambisi untuk mendahului sang waktu di garis finish perlombaan. Hanya saat-saat tertentu lah aku mencari, itupun karena aku tidak ingin bergelut dengan 'mencari' lebih lama lagi di masa depan.

Saat aku kecil, bahkan saat mulai menginjak dewasa, aku mempunyai keyakinan yang sekarang mungkin akan terdengar sangat tolol di telinga kalian semua. Setiap kali aku tidak menemukan apa yang aku cari, aku akan berbicara pada Tuhan dengan mulut hatiku, 'okay, God. I know you know where it is. Entah apa tujuan-Mu menyembunyikannya dariku, tapi aku mempercayakan pada-Mu. Aku percaya saat aku menyerah dan tidak mau lagi mencari, Kau sendirilah yang akan menunjukkan padaku dimana letak barang tersebut. And I will sincerely thank you when it happens.' Yah tentu saja semua itu sangat jarang terjadi. Satu dua kali aku memang berhasil 'menemukan' setelah aku menyerah 'mencari', tapi sekarang aku lebih menganggapnya sebagai sebuah kebetulan beruntung, bukan karena keyakinanku tadi.

Saat ini aku tidak mencari, bukan karena aku telah menyerah dan mulai kembali mempercayai keyakinan yang didasarkan teori amburadul masa kecilku itu, melainkan karena aku memang tidak mau melakukannya. Aku takut aku akan kelelahan dalam pencarian tersebut, kecapaian dalam sayembara sang waktu, kehabisan tenaga dalam mencocokkan apa yang aku temukan dengan apa yang aku cari, aku takut akan tua dalam pencarian. Aku takut melewatkan hal-hal indah dan tidak biasa yang disajikan semesta padaku hanya karena aku telah menyewa semua ruang di otakku untuk bekerja dalam proyek 'mencari'.

Dan bukankan hidup ini memang adalah sebuah misteri terbesar sang pencipta? Kalau aku mencari, aku tidak akan lagi menikmati kejutan dari semesta. Aku tidak akan terkagum-kagum pada isi kotak hadiah yang diberikan padaku oleh hidup. Kalau aku mencari, maka aku tidak akan mendapatkan cinta yang membuatku tertegun dan linglung, melainkan cinta hasil temuan dari rentetan usaha dan kerja sama yang sudah tertata apik dan berstrategi. Aku menginginkan cinta yang ada di dalam sebuah kotak hitam misterius yang entah bagaimana bisa sampai di depan pintu hatiku dan membunyikan loncengnya keras-keras. Cinta yang datang dari kemisteriusan. Cinta yang tidak bisa ditebak polanya. Cinta yang tidak ada dalam peta.

Saturday, 16 July 2011

Jakarta-July

So, in order to get my UK visa I had to follow several procedures. First, I started with the online application- I did this on 3rd July. I did a little mistake, hopefully it won't matter. Second, I had to prepare the completed signed visa form and all the supporting documents- managed to do this in a couple of days. Third, I had to submit them to the visa application cetre which is in Jakarta in person! So this is when I started my journey...

13 July 2011
I headed the train station at exactly 5 in the afternoon. Both my parents came, along with both my sisters-in-law, my second brother, and my two nephews and niece. We got to the station at 7 o'clock and my train departed at 8. I was kind of a bit excited and worried at the same time. This was exciting as this would be my very first journey to Jakarta. However I was worried about being alone during the trip. Here is some photos I managed to take,



14 July 2011
The train reached Gambir station at 7 in the morning. A friend of mine was already there to pick me up. Then it took us about an hour to reach the boarding house- the place where I was going to stay. I already hate Jakarta! It was hot, crowded, dirty, noisy. I just don't like it.

At 12 o'clock, I went to the UK visa application centre which is on the 22nd floor of Plaza Abda. It was quick! It took me not more than 45 minutes to finish the whole stuff. The officers were very polite. I like them. Then I went back to the boarding house.

At night, I went to the nearest mall as I saw it had a bookstore there. I managed to treat myself three good books- two of them were the ones I had been searching for which I just couldn't find in Malang. I was so glad I bought them!


15 July 2011
I did nothing but watched VCD. I didn't feel like going anywhere as I started feeling so homesick. All I could think about was getting on a train and getting home. Thank GOD Friday went so quickly that it was finally time to get to the station!

It was 5 in the afternoon when I reached Gambir. I managed to go to Tugu Monas and had some pictures taken. Here they are,




Goodbye, Jakarta! It was lovely to be actually there for once, don't feel like coming back again though. No offense! LOL

Sunday, 26 June 2011

Love the Boy- Jorge Lorenzo


Every girl would die for this boy! Well okay, probably not every but MANY girls- including me! I so love this spartan! I mean, look at his face, so handsome, so cute, gorgeous. And I definitely love looking at his shirtless body as in the picture- so hotttt! LOL

How a boy could be this perfect! To be honest, he makes my heart beats faster every time I see him on the telly. Am I nuts? Could I possibly fall in love with a public figure like him? ROFL

Jorge Lorenzo, you're totally driving me crazy!
LOVEEEEEE YOU! xxx

Friday, 24 June 2011

LOVE



dear LOVE,

i miss the rush to pick up your call...

i miss that excitement when you're asking me out...

i miss that silly thing I do everytime we're having a conversation on the phone...

i miss that unpleasent feeling when we argue...

i miss that lovely weird smile on my face when I read what you write...

i miss seeing your name popping on the screen when my phone ring...

i miss the urge to text you back...

i miss the pride I feel when we walk side by side...

i miss the moment when you ignore me everytime you get upset...

i miss your anger when you get jealous...

i miss the anxiety when you don't reply my message...

i miss hearing you talk about your bad days...

i miss the jealousy when i see you talk to another girl..

i miss the happiness when we spend the nights together...

i miss our fights and the silence that follows...

i miss all those feelings, all those moments...

but i don't miss YOU...

Wednesday, 15 June 2011

Video of My Life

I was off sick from school today. I have had the flu which was very very annoying. I really should be wiser to my body. I have always known that if I got too tired, I would instantly get ill. There's nothing I could do though. No one would do my things anyway.

Well that's obviously not the point. So I was so bored on the bed that I got up and covered myself with a very thick blanket (tried to protect myself from the cold weather) then sat on that very chair in front of my parents' bedroom. I turned on the laptop and did some browsing on windows movie maker (have desperately wanted to know how to make such video from a collection of pictures) and found out that it was not that hard at all.

So after a couple of hours struggling with strained eyes, I managed to finish this silly lovely thing. Check out my video, guys! http://www.youtube.com/watch?v=Zv55iHO4h5Q

Saturday, 4 June 2011

pesan singkat seorang teman


din, suka banget baca blogmu..
your dreams & your goals membuat orang yang membacanya perlu menata lagi apa target kita dalam hidup ini dan perlunya menuangkan mimpi dan tujuan kita dalam sebuah catatan....(buat aku terutama)
very simple tp kadang malas melakukannya...
secara tidak langsung tulisanmu menginspirasi pembacanya...
mimpimu sederhana tapi bisa mewujudkannya merupakan kepuasan yang tak ternilai.. nice to be your friend ^_^


Itu adalah pesan singkat dari seorang teman di akun facebook-ku beberapa bulan yang lalu. Membacanya membuatku semakin yakin bahwa setiap orang pasti mempunyai mimpi dan target dalam hidunya, entah setinggi ataupun sesederhana apakah mimpi dan target tersebut. Yang membedakan adalah usaha untuk meraihnya. Mimpi dan target itu sendiri pun jelas merupakan dua hal yang berbeda. Saat kau bisa menentukan langkah-langkah apa yang harus kau ambil, serta strategi apa yang bisa kau terapkan untuk meraih sesuatu, maka itu adalah target. Sedangkan ketika kau terkadang dipaksa untuk bergantung pada faktor keberuntungan dalam usaha-usahamu itu, maka yang sedang kau tuju adalah sebuah mimpi.

Terkadang orang hanya memikirkan target tanpa memedulikan mimpi. Begitu juga sebaliknya, ada yang terlalu sibuk bermimpi tanpa menentukan target. Buat aku pribadi, hidup akan jauh lebih menarik untuk dijalani kalau kita mempunyai keseimbangan antara target dan mimpi. Seandainya seseorang hanya berkutat dengan target, mereka tidak akan mempunyai kesempatan untuk percaya pada kebesaran Sang Pencipta. Mereka tidak akan pernah tahu kesenangan saat memimpikan hal-hal paling indah dan mengagumkan dalam hidup yang singkat ini. Di saat seperti itu, hidup akan menjadi tidak lebih dari sebuah rutinitas yang harus dijalani dengan pola yang membosankan. Tapi sebaliknya jika seseorang terlalu sibuk dengan mimpi, hidup akan terasa seperti dalam sebuah mini seri di televisi, tidak ada yang benar-benar bisa kau pegang, karena semua hanya mimpi yang entah kapan akan jadi kenyataan. Kau pun akan melewatkan detil-detil dalam hidup yang justru mungkin bisa menjadikan hidupmu lebih baik.

Sekarang yang harus dilakukan adalah membangun jembatan untuk menghubungkan keduanya. Dengan begitu, kita bisa melangkahkan kaki dari target ke mimpi atau sebaliknya dengan mudah. Karena pada akhirnya, target bisa saja tidak terpenuhi sedangkan mimpi bisa saja jadi kenyataan.

Terima Kasih Pipit Indahyani karena sudah memberikan aku satu lagi alasan untuk terus menulis demi target dan mimpi-mimpiku. Semoga kau bisa menata mana target hidup dan mimpimu. xxx

Finding the source of your pain ...

It’s been two years since the last time I saw him. Many things have changed, including my feeling. If you asked me how I feel right now, I would say I am okay. But if you asked me the same question probably a year ago, you would get a totally different answer. The thing is maybe because I have now (eventually) realized that I had nothing to lose. What I thought I lost yesterday was never really mine. We were just two persons who fell in love back then who decided to let each other be parts of our days simply because we wanted to. There was neither agreement nor compromise. We were simply volunteering. So when it was over that very moment, we had no right to put the blame on any body just because we thought we had them. We should have been grateful for the fact that for that very short time, we managed to have them in our lives instead.

However, it was never easy for me to accept the theory. Why should I be grateful for someone who had caused me so much misery and pain? Who had made me cried almost every single night? I must have been such an idiot if I did so. So that is when I started blaming myself for everything which had happened. I kept thinking there was no one else who deserved the ‘karma’ but me. I thought by doing so I would feel secure as I could always find a way to punish myself, just to make me feel better. I found it so wrong eventually. I just could not blame myself for something I never did. I was hurt too. How could I be punished if I felt miserable myself?

Somewhat I still felt the pain, though at a certain degree it was obviously different, but I knew it was still there. It was never really gone, it was just disguised. Then I came to realize that you would never ever get cope with the pain so easily. There would always things which remind you of it. Then everything would feel as painful as it used to be. I read a book that night, when it suddenly struck me. Hey it was not the person, it was not what I had because what I actually had was nothing but a mess and a mistake. It was the better version of what I thought I could have. So it was like you fell twice. You lost both what you thought you had and the better version of it. How could I possibly be fine when in fact I was already such a wreck? I guess it was so normal back then if I cried, screamed and even swore. No body seemed to understand but thank God I did understand. It was easier when you knew what was wrong so you knew exactly where to start the healing.

Here I am now, very proud of my self for being able to drag me in and (finally) out of the horrible state one could possibly be. I believe there are so many people out there who used to be or are in the same situation that makes it so ordinary. What is out of the ordinary is the way you deal with it. Keep fighting, folks! If you think you still have no idea how to get rid of the pain, just leave it to the real healer, GOD.

Wednesday, 27 July 2011

Sajak Cintaku

Aku ingin mencintaimu dengan mudah
Karena aku mendapatkanmu dengan susah
Sehingga otak jadi menyusut
Dan mata pun berubah keriput

Aku ingin mencintaimu tanpa lelah
Karena aku mengejarmu dengan payah
Sehingga kaki jadi melepuh
Dan sepatu pun penuh dengan peluh

Aku ingin mencintaimu meski gerah
Karena aku menunggumu dengan gegabah
Sehingga malam tak lagi dingin
Dan kulit pun seakan kebal angin

Aku ingin mencintaimu untuk pasrah
Karena aku mengharapkanmu dengan resah
Sehingga Tuhan berbelas kasih
Dan doa pun semakin fasih

Aku ingin mencintaimu sampai lemah
Karena aku menyambutmu dengan tabah
Sehingga senyum tak terlihat rapuh
Dan air mata pun tak jatuh

Aku ingin mencintaimu seperti itu
Aku ingin mencintaimu seperti sajak cintaku

everything's READY!

Good news, guys! I have finally got my UK visa in hand! It came yesterday while I was teaching at the second grade. Yes, I had asked the clearance officer to post it as there was no way I was going back to Jakarta just to collect it. It reads UNITED KINGDOM, valid for 19/07/11 until 19/01/12.

So I have everything ready for the journey now I suppose. Really can't wait for October! All I have got to do now is to start collecting sweater, jacket and sort of things. It would be autumn by that time and Vicky said it was going to be chilly. That means it's SHOPPING time! :) xx

Saturday, 23 July 2011

Misteri 5 Huruf

Aku suka bermain dengan huruf. Bagiku mereka adalah sebuah petunjuk menuju harta karun tanpa garis tepi yang tidak henti-hentinya mengusikku di malam-malam dingin yang panjang. Sungguh menakjubkan kenyataan bahwa kau bisa membentuk beribu-ribu kata hanya dari 26 simbol yang bahkan tidak memiliki arti jika berdiri sendiri itu. Hebatnya, kata-kata yang terbentuk itu pun kemudian bisa bertemu dengan pasangannya, seolah sudah ditakdirkan sejak awal, untuk menyatu menjadi ribuan frasa, yang pada akhirnya bergabung dengan kelompok lain dan berakhir pada suatu pola yang bernama kalimat. Sungguh suatu hadiah bagi peradaban yang lebih dari sekedar berharga.

Dan kini aku sedang mencoba memecahkan misteri di balik perpaduan 5 huruf yang terlihat gamblang pada awalnya, tapi justru berubah semakin rumit seiring berjalannya waktu. Begitu rumitnya sehingga memaksaku untuk menyerah dan membiarkannya melayang-layang di kepalaku selama berbulan-bulan. Pernah aku coba untuk menghapus ke-5 huruf tersebut dari otakku, menganggapnya sebagai suatu teka-teki silang tanpa penyelesaian, tapi entah bagaimana mereka tetap menari-nari didepanku dan menggodaku untuk menari bersamanya.

Ijinkan aku mengatakannya padamu secara singkat, sebelumnya aku adalah bagian dari kelompok perempuan dengan gengsi sebagai peringkat 1, terutama saat berurusan dengan yang namanya perasaan. Lebih dari itu, aku juga masuk ke daftar 3 besar perempuan yang sangat keras hati. Tapi saat 5 huruf itu satu persatu secara acak menyelundup masuk ke dalam duniaku, aku jadi mempertanyakan posisiku dalam kelompok tersebut. Sepertinya aku harus menerima kenyataan bahwa posisiku kini harus melorot tajam.

5 huruf itu sudah berhasil menang telak atasku. Aku, dengan segala gengsi dan keangkuhan hatiku, akhirnya harus mengakui betapa aku menginginkannya untuk tetap berada di dalam taman bermainku. Aku, dengan segala kejengkelanku, harus mangatakan bahwa selama ini aku sangat tersiksa karena harus berpura-pura tidak melihat eksistensinya. Aku, dengan semua kerinduanku, akhirnya menyadari bahwa 5 huruf itu kini memiliki arti yang jauh lebih hebat dari yang aku bayangkan sebelumnya.

Dan 5 huruf yang begitu menakjubkan itu pun kini hampir selalu hadir di setiap kalimatku, berpartisipasi dalam rangkaian kata-kataku. 5 huruf yang kini meninggalkan ikatan tak terlihatnya padaku. 5 huruf yang tumbuh berkembang diatas bumiku. 5 huruf itu sekarang sudah tahu aku merindukannya dan dia bilang, dia juga merindukanku.

Sunday, 17 July 2011

Mencari...??

Aku tidak sedang dalam pencarian, karena bagiku sebagian besar persentase dari kata kerja yang kita sebut 'mencari' itu hanya akan membuatku menjadi panik, terburu-buru, menguras tenaga tanpa tahu akan ada imbalannya atau tidak, dan kalau sudah memasuki kadar tinggi, mencari bisa membuatku marah dan frustasi. Itu sebabnya aku sudah lama menyerah dengan istilah 'mencari' ini. Alhasil, sekarang aku terlihat seperti orang yang kadang terlalu santai menjalani hidup tanpa ambisi untuk mendahului sang waktu di garis finish perlombaan. Hanya saat-saat tertentu lah aku mencari, itupun karena aku tidak ingin bergelut dengan 'mencari' lebih lama lagi di masa depan.

Saat aku kecil, bahkan saat mulai menginjak dewasa, aku mempunyai keyakinan yang sekarang mungkin akan terdengar sangat tolol di telinga kalian semua. Setiap kali aku tidak menemukan apa yang aku cari, aku akan berbicara pada Tuhan dengan mulut hatiku, 'okay, God. I know you know where it is. Entah apa tujuan-Mu menyembunyikannya dariku, tapi aku mempercayakan pada-Mu. Aku percaya saat aku menyerah dan tidak mau lagi mencari, Kau sendirilah yang akan menunjukkan padaku dimana letak barang tersebut. And I will sincerely thank you when it happens.' Yah tentu saja semua itu sangat jarang terjadi. Satu dua kali aku memang berhasil 'menemukan' setelah aku menyerah 'mencari', tapi sekarang aku lebih menganggapnya sebagai sebuah kebetulan beruntung, bukan karena keyakinanku tadi.

Saat ini aku tidak mencari, bukan karena aku telah menyerah dan mulai kembali mempercayai keyakinan yang didasarkan teori amburadul masa kecilku itu, melainkan karena aku memang tidak mau melakukannya. Aku takut aku akan kelelahan dalam pencarian tersebut, kecapaian dalam sayembara sang waktu, kehabisan tenaga dalam mencocokkan apa yang aku temukan dengan apa yang aku cari, aku takut akan tua dalam pencarian. Aku takut melewatkan hal-hal indah dan tidak biasa yang disajikan semesta padaku hanya karena aku telah menyewa semua ruang di otakku untuk bekerja dalam proyek 'mencari'.

Dan bukankan hidup ini memang adalah sebuah misteri terbesar sang pencipta? Kalau aku mencari, aku tidak akan lagi menikmati kejutan dari semesta. Aku tidak akan terkagum-kagum pada isi kotak hadiah yang diberikan padaku oleh hidup. Kalau aku mencari, maka aku tidak akan mendapatkan cinta yang membuatku tertegun dan linglung, melainkan cinta hasil temuan dari rentetan usaha dan kerja sama yang sudah tertata apik dan berstrategi. Aku menginginkan cinta yang ada di dalam sebuah kotak hitam misterius yang entah bagaimana bisa sampai di depan pintu hatiku dan membunyikan loncengnya keras-keras. Cinta yang datang dari kemisteriusan. Cinta yang tidak bisa ditebak polanya. Cinta yang tidak ada dalam peta.

Saturday, 16 July 2011

Jakarta-July

So, in order to get my UK visa I had to follow several procedures. First, I started with the online application- I did this on 3rd July. I did a little mistake, hopefully it won't matter. Second, I had to prepare the completed signed visa form and all the supporting documents- managed to do this in a couple of days. Third, I had to submit them to the visa application cetre which is in Jakarta in person! So this is when I started my journey...

13 July 2011
I headed the train station at exactly 5 in the afternoon. Both my parents came, along with both my sisters-in-law, my second brother, and my two nephews and niece. We got to the station at 7 o'clock and my train departed at 8. I was kind of a bit excited and worried at the same time. This was exciting as this would be my very first journey to Jakarta. However I was worried about being alone during the trip. Here is some photos I managed to take,



14 July 2011
The train reached Gambir station at 7 in the morning. A friend of mine was already there to pick me up. Then it took us about an hour to reach the boarding house- the place where I was going to stay. I already hate Jakarta! It was hot, crowded, dirty, noisy. I just don't like it.

At 12 o'clock, I went to the UK visa application centre which is on the 22nd floor of Plaza Abda. It was quick! It took me not more than 45 minutes to finish the whole stuff. The officers were very polite. I like them. Then I went back to the boarding house.

At night, I went to the nearest mall as I saw it had a bookstore there. I managed to treat myself three good books- two of them were the ones I had been searching for which I just couldn't find in Malang. I was so glad I bought them!


15 July 2011
I did nothing but watched VCD. I didn't feel like going anywhere as I started feeling so homesick. All I could think about was getting on a train and getting home. Thank GOD Friday went so quickly that it was finally time to get to the station!

It was 5 in the afternoon when I reached Gambir. I managed to go to Tugu Monas and had some pictures taken. Here they are,




Goodbye, Jakarta! It was lovely to be actually there for once, don't feel like coming back again though. No offense! LOL

Sunday, 26 June 2011

Love the Boy- Jorge Lorenzo


Every girl would die for this boy! Well okay, probably not every but MANY girls- including me! I so love this spartan! I mean, look at his face, so handsome, so cute, gorgeous. And I definitely love looking at his shirtless body as in the picture- so hotttt! LOL

How a boy could be this perfect! To be honest, he makes my heart beats faster every time I see him on the telly. Am I nuts? Could I possibly fall in love with a public figure like him? ROFL

Jorge Lorenzo, you're totally driving me crazy!
LOVEEEEEE YOU! xxx

Friday, 24 June 2011

LOVE



dear LOVE,

i miss the rush to pick up your call...

i miss that excitement when you're asking me out...

i miss that silly thing I do everytime we're having a conversation on the phone...

i miss that unpleasent feeling when we argue...

i miss that lovely weird smile on my face when I read what you write...

i miss seeing your name popping on the screen when my phone ring...

i miss the urge to text you back...

i miss the pride I feel when we walk side by side...

i miss the moment when you ignore me everytime you get upset...

i miss your anger when you get jealous...

i miss the anxiety when you don't reply my message...

i miss hearing you talk about your bad days...

i miss the jealousy when i see you talk to another girl..

i miss the happiness when we spend the nights together...

i miss our fights and the silence that follows...

i miss all those feelings, all those moments...

but i don't miss YOU...

Wednesday, 15 June 2011

Video of My Life

I was off sick from school today. I have had the flu which was very very annoying. I really should be wiser to my body. I have always known that if I got too tired, I would instantly get ill. There's nothing I could do though. No one would do my things anyway.

Well that's obviously not the point. So I was so bored on the bed that I got up and covered myself with a very thick blanket (tried to protect myself from the cold weather) then sat on that very chair in front of my parents' bedroom. I turned on the laptop and did some browsing on windows movie maker (have desperately wanted to know how to make such video from a collection of pictures) and found out that it was not that hard at all.

So after a couple of hours struggling with strained eyes, I managed to finish this silly lovely thing. Check out my video, guys! http://www.youtube.com/watch?v=Zv55iHO4h5Q

Saturday, 4 June 2011

pesan singkat seorang teman


din, suka banget baca blogmu..
your dreams & your goals membuat orang yang membacanya perlu menata lagi apa target kita dalam hidup ini dan perlunya menuangkan mimpi dan tujuan kita dalam sebuah catatan....(buat aku terutama)
very simple tp kadang malas melakukannya...
secara tidak langsung tulisanmu menginspirasi pembacanya...
mimpimu sederhana tapi bisa mewujudkannya merupakan kepuasan yang tak ternilai.. nice to be your friend ^_^


Itu adalah pesan singkat dari seorang teman di akun facebook-ku beberapa bulan yang lalu. Membacanya membuatku semakin yakin bahwa setiap orang pasti mempunyai mimpi dan target dalam hidunya, entah setinggi ataupun sesederhana apakah mimpi dan target tersebut. Yang membedakan adalah usaha untuk meraihnya. Mimpi dan target itu sendiri pun jelas merupakan dua hal yang berbeda. Saat kau bisa menentukan langkah-langkah apa yang harus kau ambil, serta strategi apa yang bisa kau terapkan untuk meraih sesuatu, maka itu adalah target. Sedangkan ketika kau terkadang dipaksa untuk bergantung pada faktor keberuntungan dalam usaha-usahamu itu, maka yang sedang kau tuju adalah sebuah mimpi.

Terkadang orang hanya memikirkan target tanpa memedulikan mimpi. Begitu juga sebaliknya, ada yang terlalu sibuk bermimpi tanpa menentukan target. Buat aku pribadi, hidup akan jauh lebih menarik untuk dijalani kalau kita mempunyai keseimbangan antara target dan mimpi. Seandainya seseorang hanya berkutat dengan target, mereka tidak akan mempunyai kesempatan untuk percaya pada kebesaran Sang Pencipta. Mereka tidak akan pernah tahu kesenangan saat memimpikan hal-hal paling indah dan mengagumkan dalam hidup yang singkat ini. Di saat seperti itu, hidup akan menjadi tidak lebih dari sebuah rutinitas yang harus dijalani dengan pola yang membosankan. Tapi sebaliknya jika seseorang terlalu sibuk dengan mimpi, hidup akan terasa seperti dalam sebuah mini seri di televisi, tidak ada yang benar-benar bisa kau pegang, karena semua hanya mimpi yang entah kapan akan jadi kenyataan. Kau pun akan melewatkan detil-detil dalam hidup yang justru mungkin bisa menjadikan hidupmu lebih baik.

Sekarang yang harus dilakukan adalah membangun jembatan untuk menghubungkan keduanya. Dengan begitu, kita bisa melangkahkan kaki dari target ke mimpi atau sebaliknya dengan mudah. Karena pada akhirnya, target bisa saja tidak terpenuhi sedangkan mimpi bisa saja jadi kenyataan.

Terima Kasih Pipit Indahyani karena sudah memberikan aku satu lagi alasan untuk terus menulis demi target dan mimpi-mimpiku. Semoga kau bisa menata mana target hidup dan mimpimu. xxx

Finding the source of your pain ...

It’s been two years since the last time I saw him. Many things have changed, including my feeling. If you asked me how I feel right now, I would say I am okay. But if you asked me the same question probably a year ago, you would get a totally different answer. The thing is maybe because I have now (eventually) realized that I had nothing to lose. What I thought I lost yesterday was never really mine. We were just two persons who fell in love back then who decided to let each other be parts of our days simply because we wanted to. There was neither agreement nor compromise. We were simply volunteering. So when it was over that very moment, we had no right to put the blame on any body just because we thought we had them. We should have been grateful for the fact that for that very short time, we managed to have them in our lives instead.

However, it was never easy for me to accept the theory. Why should I be grateful for someone who had caused me so much misery and pain? Who had made me cried almost every single night? I must have been such an idiot if I did so. So that is when I started blaming myself for everything which had happened. I kept thinking there was no one else who deserved the ‘karma’ but me. I thought by doing so I would feel secure as I could always find a way to punish myself, just to make me feel better. I found it so wrong eventually. I just could not blame myself for something I never did. I was hurt too. How could I be punished if I felt miserable myself?

Somewhat I still felt the pain, though at a certain degree it was obviously different, but I knew it was still there. It was never really gone, it was just disguised. Then I came to realize that you would never ever get cope with the pain so easily. There would always things which remind you of it. Then everything would feel as painful as it used to be. I read a book that night, when it suddenly struck me. Hey it was not the person, it was not what I had because what I actually had was nothing but a mess and a mistake. It was the better version of what I thought I could have. So it was like you fell twice. You lost both what you thought you had and the better version of it. How could I possibly be fine when in fact I was already such a wreck? I guess it was so normal back then if I cried, screamed and even swore. No body seemed to understand but thank God I did understand. It was easier when you knew what was wrong so you knew exactly where to start the healing.

Here I am now, very proud of my self for being able to drag me in and (finally) out of the horrible state one could possibly be. I believe there are so many people out there who used to be or are in the same situation that makes it so ordinary. What is out of the ordinary is the way you deal with it. Keep fighting, folks! If you think you still have no idea how to get rid of the pain, just leave it to the real healer, GOD.